KEEMPAT KEMENTERIAN KEUANGAN BERSAMA SAMA MENDUKUNG TERHADAP PAJAK MINIMUN


JAKARTA, TaxCenter – Baru baru ini Sri Mulyani Indrawati dengan ke-empat Menteri Keuangan dari negara lainnya yaitu negara Amerika Serikat, Afrika Selatan, Jerman dan yang terakhir yaitu Meksiko, bersama sama telah menyatakan dukungan nya mengenai pengenaan terhadap Pajak Korporasi Minimum Global.

Dalam pemaparan yang di beri judul Five Finance Ministers: Why We Need a Global Corporate Minimum Tax berisi tentang alasan alasan mengenai mengapa tarif pajak minimum global harus di terapkan.

Alasan yang pertama mengenai kenapa tarif pajak minimum global perlu di lakukan yaitu  karena selama pandemi Covid-19 semakin mempertegas dalam melebarnya jarak atau ketimpangan antara golongan masyarakat atas dengan golongan masyarakat bawah.

Menurutnya selama pandemi Covid-19 ini telah memunculkan krisis ekonomi, dan segala permasalahan sosial yang timbul lebih berdampak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di bandingkan masyarakat yang berpenghasilan tinggi.

Selama pandemi ini berlangsung, orang orang yang memiliki penghasilan rendah harus berusaha lebih keras dalam kesehatan dan ekonomi di bandingkan dengan orang orang yang memiliki penghasilan tinggi.

Mengenai alasan yang ke-dua adalah karena pemerintahan di setiap negara pasti membutuhkan penerimaan negara yang sangat tinggi untuk membangun kembali perekonomian negara dan sebagai upaya untuk menjamin dalam pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat dapat terus berjalan.

Untuk dapat mencapai tujuan ini, maka di perlukan sebuah kesepakatan awal dari negara negara G7 mengenai tarif pajak korporasi minimum global yang mencapai 15persen , dan untuk tanpa pajak minimum global, tarif minimum yang sudah berlaku saat ini sebesar 0%.

Dengan demikian ke-lima Kementerian Keuangan menyakini bahwa kedepannya tidak perlu lagi mengambil keputusan untuk menurunkan tarif pajak korporasi untuk mempertahankan terhadap daya saing dari setiap negara, jadi setiap negara dapat meningkatkan daya saing melalui inovasi inovasi perekonomian yang lebih efisien.

Perkoppi sangat mendukung langkah yang di ambil oleh pemerintah dalam upaya membangun kembali perekonomian negara. Perkoppi berharap implementasi melalui kebijakan internasional ini tidak hanya memulihkan kembali perekonomian Indonesia tetapi juga negara negara lainnya.

Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim