LANGKAH PEMERINTAH INDONESIA MELALUI PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN DIGITAL
LANGKAH PEMERINTAH INDONESIA MELALUI PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN DIGITAL
JAKARTA, TaxCenter – Pemerintah Indonesia terus
menerapkan berbagai macam kebijakan kebijakan perekonomian. Melalui kebijakan
kebijakan perekonomian tersebut diharapkan dapat terus mendorong pemulihan dan
juga peningkatan perekonomian nasional.
Bapak Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa perekonomian dan keuangan digital akan
menjadi sumber pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) baru di Indonesia.
Bapak Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa
perekonomian digital tercatat terus mengalami pertumbuhan yang positif dalam
beberapa tahun terakhir, terutama pada saat pandemi Covid-19.
Sebagai informasi pada tahun 2021, perdagangan digital
tercatat mencapai Rp 401 triliun seiring dengan terjadinya lonjakan dari belanja
Online dan dukungan atas sistem pembayaran digital.
Bapak Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa
penggunaan uang elektronik mengalami peningkatan sebesar 32,25%, sedangkan
untuk transaksi dengan menggunakan QRIS mengalami pertumbuhan mencapai 245%.
Sementara itu, untuk nilai dari transaksi atas Digital Banking juga mengalami
pertumbuhan sebesar 20,82% secara tahunan.
Sebagai informasi untuk saat ini, Indonesia telah
memiliki 2.291 startup, 2 decacorn, dan 8 unicorn.
Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia
dapat menjadi tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara atau
mewakili 40% dari digitalisasi di Asia Tenggara.
Kemudian, Menteri Koordinator menjelaskan bahwa
digitalisasi perekonomian terus mengalami akselerasi seiring dengan perbaikan
capaian inklusif keuangan. Berdasarkan dari survei keuangan inklusif Bank
Indonesia (BI) dan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menunjukkan
kepemilikan akun tercatat sebesar 65,45%. Dan untuk produk dan Layanan Keuangan
mencapai 83,6%.
Selanjutnya dengan adanya pencapaian tersebut, Bapak
Airlangga Hartarto optimistis atas target dari inklusi Indonesia yang sebesar
90% pada tahun 2024 dapat tercapai.
Walaupun demikian Bapak Airlangga Hartarto menilai
bahwa tetap perlu adanya penguatan sinergi, akselerasi dan juga implementasi di
tingkat nasional dan juga daerah.
Bapak Airlangga Hartarto juga menyebutkan bahwa
Presiden G-20 akan menjadi momentum dari penguatan perekonomian dan juga
memperkuat sinergi, terutama dalam memperkuat konektivitas antarnegara.
Menurut beliau, sinergi sangat perlukan untuk saat
ini, karena tidak ada negara yang dapat maju secara mandiri tanpa harus
melibatkan negara lainnya.
Selain itu peran dari akselerasi perekonomian dan keuangan
digital juga sangat di perlukan dengan sinergi dan inovasi yang juga dilakukan
secara nasional, seperti melalui program digitalisasi transportasi, bantuan
sosial, dan kartu pra-kerja.
Perkoppi berharap melalui kebijakan kebijakan digital
yang di lakukan oleh Pemerintah Indonesia dapat terus mendorong pemulihan dan
juga peningkatan perekonomian Indonesia.