PEMERINTAH INDONESIA MEMPERKIRAKAN TINGGINYA INFLASI YANG AKAN TERJADI DALAM TAHUN 2022


JAKARTA, TaxCenter – Ketidakpastian Global yang terjadi karena adanya konflik yang terjadi antara Negara Rusia dengan Ukraina dan juga meningkatnya harga komoditas global telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian di seluruh negara, termasuk juga Indonesia.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan telah memproyeksikan bahwa tekanan inflasi masih akan tetap tinggi dalam kurung waktu 1 sampai dengan 2 bulan ke depan. Hal tersebut dapat terjadi karena di sebabkan adanya kenaikan harga komoditas pangan.

Bapak Febrio Kacaribu selaku Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa inflasi harapkan akan dapat menurun dan juga dapat dijaga di bawah level 5% setelah 2 bulan.

Bapak Febrio Kacaribu mengatakan bahwa optimisme yang harapkan atas laju inflasi yang terjadi sampai dengan akhir tahun ini di landasi karena rendahnya tingkat inflasi dari harga beras.

Beliau menjelaskan bahwa inflasi yang terjadi atas harga beras masih sebesar 1%, hal tersebut terjadi karena tingginya suplai yang di sebabkan tingginya curah hujan dalam kurung waktu 2 tahun terakhir.

Selanjutnya mengingat bahwa beras memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK), tingkat inflasi akan dapat terjaga di level rendah sepanjang tingkat inflasi yang terjadi terhadap harga beras juga dapat terjaga di level rendah.

Sebagai Informasi tambahan bahwa, Pemerintah Indonesia mencatat terjadinya peningkatan atas angka inflasi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Juli 2022, angka inflasi tercatat telah mencapai 4,94%.

Kemudian pada saat yang bersamaan, Pemerintah Indonesia juga mencatat terjadinya peningkatan atas tingkat inflasi yang terjadi atas harga pangan yang mencapai sebesar 11,47%.

Perkoppi berharap agar melalui kebijakan kebijakan yang di terapkan oleh Pemerintah Indonesia dapat menangani terjadinya tekanan inflasi dan Perkoppi berharap melalui kebijakan kebijakan tersebut juga dapat menjaga momentum dari pemulihan dan peningkatan perekonomian Indonesia.


Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim