PEMERINTAH INDONESIA MENCATAT TERJADINYA PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN PADA KUARTAL I/2022
PEMERINTAH INDONESIA MENCATAT TERJADINYA PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN PADA KUARTAL I/2022
JAKARTA, TaxCenter – Pemerintah Indonesia terus
menerapkan berbagai macam kebijakan kebijakan. Melalui kebijakan kebijakan
tersebut, Pemerintah Indonesia berharap dapat terus mendorong pemulihan dan
juga peningkatan perekonomian akibat dari pandemi Covid-19.
Ibu Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan
mengungkapkan bahwa untuk angka pertumbuhan perekonomian Indonesia pada kuartal
I/2022 telah mencapai 5,01%. Angka pertumbuhan perekonomian tersebut sudah
sesuai dengan rentang yang telah di perkirakan oleh pemerintah Indonesia.
Beliau menjelaskan bahwa pertumbuhan perekonomian yang
sebesar 5,01% telah menunjukkan kinerja atas pertumbuhan perekonomian yang terus
berakselerasi setelah mengalami tekanan dari pandemi Covid-19.
Walaupun demikian, Ibu Sri Mulyani Indrawati menilai
bahwa pencapaian atas pertumbuhan perekonomian tersebut masih berada di bawah
dari harapan pemerintah Indonesia
Sebelumnya Menteri Keuangan telah memproyeksikan
mengenai pertumbuhan perekonomian pada kuartal I/2022 dapat sebesar 4,5% sampai
dengan 5,2% dengan titik tengah yang sebesar 5,0%.
Sementara itu dalam Undang Undang Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (UU APBN) tahun 2022 telah menetapkan target atas
pertumbuhan perekonomian dapat bertumbuh sebesar 5,2%.
Ibu Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa penopang
atas pertumbuhan perekonomian untuk kuartal I/2022 agak berbeda dari yang telah
di prediksikan walaupun dari aspek agregat tetap sama.
Sebagai contoh, untuk komponen pengeluaran konsumsi
rumah tangga mengalami pertumbuhan sebesar 4,34%. Angka pertumbuhan tersebut
lebih rendah dari yang telah di prediksi oleh pemerintah Indonesia.
Kemudian terdapat hal lainnya yang juga menjadi
perhatian yaitu basis pertumbuhan pada kuartal I/2021 yang rendah yaitu sebesar
0,7%. Oleh karena itu pemerintah Indonesia memiliki beberapa pekerjaan untuk
dapat terus menjaga momentum pemulihan perekonomian Indonesia tetap berlanjut
sampai dengan akhir tahun ini.
Ibu Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa
tantangan dalam pemulihan perekonomian pada tahun 2022 ini akan berbeda jika di
bandingkan dengan 2 (dua) tahun sebelumnya.
Saat pandemi Covid-19 kini berangsur mereda, dunia
kini akan dihadapkan dengan meningkatnya tekanan geopolitik, terutama akibat
adanya konflik dari negara Rusia dengan negara Ukraina.
Konflik yang terjadi antara negara Rusia dengan negara
Ukraina ini telah memberikan dampak rambatan yang kuat seperti terjadinya
kenaikan atas berbagai harga dari komoditas sehingga menyebabkan terjadinya
lonjakan inflasi di sejumlah negara.
Selanjutnya kondisi tersebut akan berpotensi menekan
tingkat konsumsi dari para masyarakat dalam menopang pertumbuhan perekonomian
pada tahun 2022 ini.
Menurut Ibu Sri Mulyani Indrawati, bahwa Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara akan tetap menjadi peran penting sebagai penopang
untuk dapat menjaga daya beli dengan memberikan berbagai macam kebijakan
seperti bantuan sosial dan juga subsidi.
Perkoppi berharap melalu kebijakan kebijakan yang
telah di terapkan oleh pemerintah Indonesia dapat terus mendorong pemulihan
perekonomian di setiap kuartalnya.