PEMERINTAH INDONESIA TELAH MENETAPKAN TARGET DARI PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN UNTUK TAHUN 2023

JAKARTA, TaxCenter – Pemerintah Indonesia terus menerapkan berbagai macam kebijakan kebijakan yang di harapkan oleh pemerintah dapat terus mendorong pemulihan dan peningkatan perekonomian nasional setelah pandemi Covid-19.

Pemerintah Indonesia telah melakukan penetapan atas target dari pertumbuhan perekonomian nasional pada tahun 2023 berada di rentang 5,4% sampai dengan 5,9% Year On Year (yoy).

Bapak Suahasil Nazara selaku Wakil Menteri Keuangan (WamenKeu) menjelaskan bahwa penetapan target pertumbuhan perekonomian tersebut dilakukan dengan pertimbangan agar Indonesia dapat terhindar dari Minddle Income Trap.

Kemudian untuk dapat mencapai hal tersebut, Pemerintah Indonesia memang perlu menjaga dari pertumbuhan perekonomian untuk jangka menengah dengan rata rata sebesar 6%.

Bapak Suahasil Nazara juga optimistis terhadap target dari pertumbuhan perekonomian tersebut dapat tercapai, sehingga dapat mampu melanjutkan pemulihan perekonomian.

Kemudian target dari pertumbuhan perekonomian tersebut di atas perkiraan pertumbuhan perekonomian Indonesia tahun 2022 yang berada di kisaran 5,1% sampai dengan 5,2% Year On Year (yoy).

Angka pertumbuhan perekonomian tersebut sedikit lebih rendah jika di bandingkan dengan proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2023 versi IMF yang sebesar 6% Year On Year (yoy).

Bapak Suahasil Nazara mengatakan selama 2 (dua) tahun ini saat pandemi Covid-19, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah menjadi sumber pertumbuhan perekonomian yang besar.

Namun beliau menambahkan bahwa dengan mulai adanya pemulihan perekonomian maka sumber dari pertumbuhan perekonomian harus juga di dukung dari sisi konsumsi dan investasi.

Bapak Suahasil Nazara menjelaskan bahwa di sisi lain, konsolidasi fiskal dengan mengembalikan kembali batasan dari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi suatu keharusan sebagai jangkar stabilitas makro.

Beliau menambahkan bahwa terdapat beberapa lembaga pemeringkat/rating dunia menghargai dan juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan makro perekonomian Indonesia saat ini.

Selanjutnya Bapak Suahasil Nazara menegaskan bahwa peran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus terjaga, agar tetap fleksibel, antisipatif, dan juga responsif.

Kemudian dari sisi pendapatan negara, pemerintah Indonesia akan terus melakukan konsolidasi pendapatan. Pemerintah akan mendukung konsolidasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuju defisit di bawah 3% pada tahun selanjutnya.

Selanjutnya untuk pagu dari alokasi anggaran belanja K/L juga akan terus di jaga sehingga dapat tetap mendorong pertumbuhan perekonomian, dengan menjadi lebih efisien, efektif, dan juga produktif.

Selain melakukan penajaman atas belanja, pemerintah Indonesia juga akan mengantisipasi fleksibilitas dari belanja dan juga meningkatkan pelayanan publik untuk para masyarakat.

Perkoppi berharap melalui berbagai macam kebijakan kebijakan yang telah di terapkan oleh pemerintah Indonesia dapat terus mendorong upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional.


Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim