PEMERINTAH TELAH MELAKUKAN ALOKASI DANA PROGRAM PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL TAHUN 2022


JAKARTA, TaxCenter – Sebelumnya pemerintah telah memberikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2022 kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2022 pemerintah telah melakukan alokasi anggaran untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai Rp 321,2 triliun.

Alokasi anggaran tersebut turun sekitar 57% dari alokasi anggaran untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun 2021 yang mencapai Rp 744,75 triliun.

Bapak Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian mengatakan bahwa pagu atas Program Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut sudah dilakukan pertimbangan atas potensi dari risiko meluasnya virus Covid-19 di Indonesia pada tahun 2022.

Bapak Airlangga Hartarto juga berharap melalui alokasi anggaran untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut dapat di pergunakan untuk melakukan penanganan atas pandemi dan juga untuk memulihkan perekonomian pada tahun 2022.

Kemudian anggaran dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional akan dialokasikan kepada berbagai sektor, seperti untuk sektor kesehatan yang mencapai Rp 77,05 triliun, untuk sektor perlindungan sosial sebesar Rp 126,54 triliun, untuk program prioritas yang mencapai Rp 90,04 triliun, dan untuk dukungan atas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Korporasi yang mencapai Rp 37,48 triliun.

Bapak Airlangga Hartarto juga menilai bahwa dalam penanganan pandemi Covid-19 sampai saat ini terus menunjukkan tren perbaikan. Beliau juga telah memprediksi atas dampak dari penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat pada bulan Juli hingga bulan Agustus 2021 hanya akan bersifat sementara.

Bapak Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa keberhasilan dari penanganan Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak pada perekonomian Indonesia sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin membaik.

Sebagai catatan pada kuartal II/2021, Pertumbuhan perekonomian Indonesia telah meningkat mencapai 7,7% atau dapat dikatakan tertinggi dalam kurung waktu 16 tahun ke belakang.

Bapak Airlangga Hartarto juga mengatakan bahwa kinerja pemulihan perekonomian Indonesia lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa negara lain seperti negara Vietnam yang tumbuh mencapai 6,6%, negara Korea Selatan sebesar 1,5%.

Beliau mengatakan bahwa keberlangsungan dari sektor usaha akan tetap menjadi fokus pemerintah, baik dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ataupun Korporasi.

Dukungan yang pemerintah berikan untuk memulihkan dunia usaha akan diberikan melalui pemberian insentif perpajakan dan juga skema penyaluran kredit melalui perbankan.

Dukungan yang pemerintah berikan juga akan dikombinasi dengan kebijakan fiskal dan juga kebijakan moneter seperti dalam pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Perkoppi berharap melalui rancangan alokasi anggaran tersebut dapat terus mendorong Proses Pemulihan Ekonomi Nasional dan Perkoppi berharap agar pandemi Covid-19 dapat cepat berlalu.



Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim