PERCEPATAN PEMULIHAN PEREKONOMIAN INDONESIA AKIBAT DARI DAMPAK PANDEMI COVID-19
PERCEPATAN PEMULIHAN PEREKONOMIAN INDONESIA AKIBAT DARI DAMPAK PANDEMI COVID-19
JAKARTA, TaxCenter – Pandemi Covid-19 yang melanda
telah membuat sektor perekonomian Indonesia harus menerima dampak yang
ditimbulkan oleh pandemi ini.
Karena pandemi Covid-19 ini membuat pemerintah
Indonesia menerapkan berbagai macam kebijakan untuk dapat menangani pandemi dan
juga berusaha memulihkan kembali perekonomian negara.
Ibu Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan
menjelaskan bahwa pemulihan perekonomian Indonesia akibat dampak dari pandemi
Covid-19 dinilai lebih cepat jika dibandingkan dengan krisis keuangan Asia yang
terjadi di tahun 1997-1998.
Pada saat krisis yang terjadi pada dua dekade yang
lalu, bangsa Indonesia membutuhkan waktu selama empat tahun untuk dapat
memulihkan kembali perekonomian ke level Produk Domestik Bruto (PDB) pra-krisis
1997-1998.
Namun pada saat pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia
memerlukan waktu kurang dari 2 tahun untuk dapat kembali memulihkan perekonomian
bangsa Indonesia.
Ibu Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pemulihan
perekonomian Indonesia yang cepat ini menjadi salah satu hal yang harus patut
di syukuri. Beliau menambahkan bahwa selama pandemi Covid-19, Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi peran besar sebagai
countercyclical untuk dapat menangani krisis atas kesehatan dan juga
perekonomian masyarakat.
Walaupun demikian ibu Sri Mulyani Indrawati menambahkan
bahwa pemerintah juga akan terus berupaya untuk mengakselerasi atas pemulihan
perekonomian agar semakin kuat.
Beliau menilai bahwa pemulihan perekonomian Indonesia
masih harus diperlukan karena masih berkaitan dengan penciptaan atas lapangan
perkerjaan.
Sebagai informasi tambahan bahwa tingkat atas
pengangguran terbuka pada bulan Agustus 2021 sudah mengalami penurunan ke level
6,49%, sebelumnya tingkat pengangguran terbuka sempat mengalami lonjakan hingga
di atas 7,1%.
Ibu Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa penciptaan
atas lapangan pekerjaan baru harus terus bertambah bersamaan dengan pemulihan
perekonomian, agar tingkat atas angka pengangguran dapat terus menurun.
Kemudian pemerintah Indonesia melalui instrumen Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan berupaya untuk dapat mendorong
pemulihan perekonomian di tahun 2021 dapat terus berlanjut.
Beliau menjelaskan bahwa jika di tahun 2021 dapat
ditutup dengan baik, maka ibu Sri Mulyani Indrawati optimis untuk
pemulihan perekonomian di tahun 2022 dapat semakin terakselerasi dan untuk
Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dapat terkonsolidasi secara bertahap.
Ibu Sri Mulyani Indrawati juga menambahkan bahwa
sejumlah pertemuan yang diselenggarakan selama Presidensi G-20 Indonesia yang
meliputi pertemuan Sherpa, pertemuan
menteri keuangan dan juga gubernur bank sentral, pertemuan para pemangku
kepentingan, dan juga pertemuan para kepala negara.
Beliau berharap melalui progres – progres tersebut
dapat menimbulkan optimisme dan menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya sukses
menjadi tuan rumah dan presidensi G-20, tetapi juga telah sukses menunjukkan
kepada dunia bahwa Indonesia mampu melakukan penanganan pandemi Covid-19 dan
pemulihan perekonomian yang baik.
Perkoppi berharap
agar perekonomian bangsa Indonesia dapat terus meningkat dan Perkoppi berharap
agar pandemi Covid-19 dapat segera teratasi.