PERMASALAHAN YANG ADA DALAM UPAYA PEMERINTAH INDONESI UNTUK DAPAT MENEKAN ANGKA DEFISIT ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA
PERMASALAHAN YANG ADA DALAM UPAYA PEMERINTAH INDONESI UNTUK DAPAT MENEKAN ANGKA DEFISIT ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA
JAKARTA, TaxCenter – Pemerintah Indonesia terus menerapkan
berbagai macam kebijakan untuk dapat terus mendorong proses peningkatan dan pemulihan
perekonomian nasional.
Dalam upaya pemerintah untuk dapat meningkatkan perekonomian
yaitu melalui melakukan penekanan atas defisit dari Anggaran Pendapatan dan
belanja Negara (APBN) untuk setiap tahunnya.
Namun untuk target dari pemerintah untuk melakukan
penekanan atas defisit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di
bawah 3% pada tahun 2023 dinilai akan sulit dicapai.
Salah satu hal yang dapat menghambat rencana
pemerintah dalam menekan target dari defisit dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) yaitu karena ada bagian dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk melakukan pembanguanan Ibu Kota
Negara (IKN) Nusantara.
Bapak Hendrawan Supratikno selaku Anggota Komisi XI
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) mengungkapkan bahwa hal tersebut
akan dapat menghambat kinerja dari pemerintah Indonesia dalam menurunkan angka
defisit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi di bawah 3%
dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2023.
Selain itu, beban yang harus di tanggung oleh Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak hanya berasal dari sisi internal
saja.
Bapak Hendrawan Supratikno mengungkapkan bahwa masih
terdapat faktor ketidakpastian dari perekonomian global yang muncul karena
adanya konflik yang terjadi antara negara Rusia dengan Ukraina, dan juga
terjadinya kenaikan inflasi di beberapa negara.
Kemudian beliau juga mengungkapkan bahwa perusahaan
modal ventura yang berasal dari negara Jepang yaitu Softbank juga telah
memutuskan untuk mengundurkan diri dari proyek pembangunan Ibu Kota Negara
(IKN).
Dengan mundurnya perusahaan modal ventura tersebut
akan dapat berpotensi untuk dapat menambah beban dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk dapat menutupi kekurangan atas
pembiayaan program pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dengan cara melakukan
penambahan utang dari luar negeri.
Walaupun demikian, bapak Hendrawan Supratikno meminta
kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu merasa khawatir atas apa yang
terjadi.
Perkoppi berharap melalui kebijakan kebijakan yang di
terapkan oleh pemerintah Indonesia dapat terus mendorong upaya dalam proses
pemulihan dan juga peningkatan perekonomian nasional.