RISIKO TERJADINYA PENINGKATAN ATAS RESESI GLOBAL PADA 2023
RISIKO TERJADINYA PENINGKATAN ATAS RESESI GLOBAL PADA 2023
JAKARTA, TaxCenter -- Pemerintah Indonesia terus
menerapkan berbagai macam kebijakan kebijakan perekonomian, melalui kebijakan
kebijakan perekonomian yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia diharapkan
dapat terus menjaga momentum dari pemulihan dan peningkatan perekonomian
nasional.
Baru baru ini World Bank mengingatkan adanya ancaman
resesi global pada tahun 2023 ketika seluruh bank sentral di dunia secara
bersamaan melakukan peningkatan atas suku bunga yang dilakukan untuk merespons
adanya tren kenaikan inflasi.
Bapak David Malpass selaku President World Bank Group
mengungkapkan bahwa seluruh bank sentral di seluruh dunia telah melakukan
peningkatan atas suku bunga dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut
sampai dengan tahun 2023.
Beliau juga mengingatkan bahwa seluruh tindakan untuk
merespons inflasi ini harus dilakukan secara hati hati, hal ini perlu dilakukan
agar tidak dapat menekan pertumbuhan perekonomian.
Selanjutnya bapak David Malpass juga menjelaskan bahwa
dalam studi World Bank menyoroti keadaan yang luar biasa saat bank sentral
sedang berupaya untuk dapat mengatasi lonjakan inflasi yang sedang terjadi saat
ini.
Kemudian terdapat beberapa indikator histori resesi
global juga sudah memberikan peringatan. Yang pertama perekonomian global telah
mengalami perlambatan paling tajam setelah terjadinya pemulihan pasca-resesi
sejak tahun 1970. Kemudian kepercayaan konsumen global juga sudah menurun lebih
tajam jika dibandingkan dengan resesi global sebelumnya.
Menurut bapak David Malpass, bahwa perlambatan atas
perekonomian biasanya memerlukan kebijakan kebijakan kontra-siklus yang berguna
untuk dapat mendukung aktivitas perekonomian.
Walaupun demikian, dengan adanya tekanan inflasi dan
juga ruang fiskal yang terbatas ini telah mendorong para pembuat kebijakan
untuk menarik kebijakan tersebut, bahkan di saat perekonomian global melambat
tajam.
Sementara itu menurut Bapak Ayhan Kose selaku Wakil
Presiden World Bank untuk Pertumbuhan, Keuangan, dan juga Institusi Berkeadilan
menjelaskan bahwa bank sentral perlu mengupayakan langkah langkah dalam
pengendalian inflasi tanpa harus memperbesar risiko resesi.
Selain itu otoritas fiskal juga harus secara hati hati
mengalibrasi penarikan langkah dukungan fiskal dan juga memastikan konsistensi
dengan tujuan kebijakan moneter.
Sebagai informasi bahwa beberapa negara di perkirakan
akan melakukan pengetatan atas kebijakan fiskal di tahun 2023 ke level tertinggi
sejak awal tahun 1990. Walaupun demikian, untuk para pembuat kebijakan
diharapkan tetap dapat menerapkan rencana fiskal jangka menengah yang kredibel
dan juga memberikan bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Perkoppi berharap melalui kebijakan kebijakan
perekonomian yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia dapat terus menjaga
perekonomian nasional di tengah ancaman inflasi.