TANGGAPAN PEMERINTAH INDONESIA ATAS PERFORMA PENERIMAAN KEPABEANAN DAN CUKAI



JAKARTA, TaxCenter -- Pemerintah Indonesia terus menerapkan berbagai macam kebijakan kebijakan perekonomian. Penerimaan negara menjadi salah satu sektor utama yang menjadi pendorong dalam proses pemulihan perekonomian nasional.

Baru baru ini Pemerintah Indonesia telah mencatat bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai pada Semester I/2022 telah mengalami pertumbuhan yang mencapai sebesar 37,2%.

Bapak Hatta Wardhana selaku Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjelaskan bahwa Performa dari penerimaan negara yang tercatat positif ini terjadi dalam semua sektor baik dalam sektor cukai, sektor bea masuk, ataupun sektor bea keluar.

Kemudian menurut Bapak Hatta Wardhana, kondisi yang terjadi tersebut terjadi sejalan dengan proses pemulihan perekonomian nasional.

Selanjutnya Bapak Hatta Wardhana menjelaskan mengenai realisasi yang terjadi atas penerimaan negara kepabeanan dan cukai pada Semester I/2022 tercatat telah mencapai sebesar Rp 167,6 triliun atau sekitar 56,1% dari target yang telah dilakukan revisi menjadi sebesar Rp 299 triliun.

Kemudian berdasarkan dari pencapaian tersebut, untuk penerimaan atas seluruh komponen dari kepabeanan dan cukai mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.

Jika di jelaskan secara terperinci untuk penerimaan cukai tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 33%, untuk bea masuk mengalami pertumbuhan sebesar 30,5% dan yang terakhir untuk bea keluar mengalami pertumbuhan mencapai 74,9%.

Kemudian untuk pertumbuhan yang mencapai 74,9% atas bea keluar ini disebabkan oleh adanya peningkatan atas ekspor dan kenaikan dari harga komoditas global.

Bapak Hatta Wardhana mengungkapkan bahwa performa yang positif atas penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut mencerminkan bahwa performa yang terjadi atas perekonomian nasional akan tetap stabil di tengah munculnya berbagai macam ketidakpastian global.

Perkoppi berharap melalui kebijakan kebijakan yang telah di terapkan oleh Pemerintah Indonesia diharapkan dapat terus menjaga momentum dari pemulihan perekonomian nasional.



Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim