TANTANGAN DARI UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN INDONESIA UNTUK KUARTAL BERIKUTNYA


JAKARTA, TaxCenter – Pemerintah Indonesia terus menerapkan berbagai macam kebijakan untuk dapat meningkatkan kembali perekonomian nasional yang sempat berhenti akibat dari pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk dapat menekan angka penyebaran virus corona di Indonesia.

Ibu Sri Mulyani Indrawati Selaku Menteri Keuangan mengatakan bahwa pertumbuhan atas perekonomian pada kuartal IV/2021 akan lebih meningkat jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya. Hal ini dapat terjadi karena kasus positif covid-19 di Indonesia kian menurun.

Walaupun ibu Sri Mulyani Indrawati optimis atas pertumbuhan perekonomian pada kuartal IV/2021 akan lebih baik, beliau menambahkan bahwa pemerintah Indonesia akan tetap  mewaspadai berbagai macam risiko, baik yang berasal dari dalam negeri ataupun yang berasal dari global yang akan mempengaruhi kinerja dari perekonomian nasional.

Beliau juga menambahkan bahwa terdapat berbagai macam indikator yang menunjukkan bahwa tren dari pemulihan perekonomian nasional terus berlanjut. Seperti dari sisi indeks atas keyakinan konsumen, penjualan ritel, PMI manufaktur, serta juga kinerja dari sisi ekspor dan juga impor.

Walaupun adanya indikator tersebut, di sisi lain terdapat juga sejumlah ancaman yang akan berpotensi mempengaruhi perekonomian nasional seperti adanya kecenderungan atas harga produsen yang meningkat di berbagai negara, terutama negara Amerika Serikat, China, Eropa, dan juga Korea Selatan.

Berdasarkan Menteri Keuangan bahwa, harga produsen Indonesia pada bulan Oktober 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 7,3%. Sementara itu di negara Eropa telah mencapai 16,3%, di negara China sebesar 13,5%, selanjutnya ada Amerika Serikat yang mencapai 8,6% dan terakhir ada Korea Selatan yang sebesar 7,5%.

Kemudian Ibu Sri Mulyani Indrawati juga mewaspadai atas adanya dampak dari kenaikan harga produsen terhadap pengetatan dari kebijakan moneter (tapering off), terutama dari Bank Sentral Amerika Serikat.

Menurut beliau bahwa kebijakan tapering off dapat menimbulkan potensi dari guncangan keluarnya arus modal asing dari negara berkembang.

Perkoppi berharap melalui kebijakan kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah Indonesia dapat membawa perekonomian Indonesia ke tingkat yang lebih baik lagi dan Perkoppi berharap agar perekonomian Indonesia pada Kuartal selanjutnya.



Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim