UPAYA MENDORONG PENINGKATAN PEREKONOMIAN DARI SEKTOR PERKEBUNAN

JAKARTA, TaxCenter – Tahun 2021 telah hampir usai, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk dapat mendorong proses pemulihan perekonomian yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Bapak Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian berharap di tahun 2022, untuk sektor perkebunan di Indonesia dapat menjadi lebih maju, mandiri, dan juga modern, serta dapat mampu menguasai pasar ekspor.

Selanjutnya menurut Bapak Syahrul Yasin Limpo bahwa hal ini memungkinkan untuk terjadi karena sektor perkebunan sudah menjadi salah satu sektor strategis yang dapat mendukung kinerja positif dari pertanian, khususnya selama pandemi Covid-19.

Beliau menambahkan bahwa, sektor perkebunan harus memiliki program unggulan yang dapat mengaktualisasikan sektor perkebunan di tahun tahun yang akan datang.

Bapak Syahrul Yasin Limpo juga mendorong agar sektor perkebunan dapat melakukan berbagai macam bentuk akselerasi, baik dari sisi hulu sampai hilir, di antaranya dengan berani memberikan komoditas unggulan terbaru di sektor perkebunan.

Kemudian berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa nilai ekspor dari pertanian pada bulan Januri sampai November 2021 telah mencapai Rp 569,11 triliun atau mengalami penaikan sebesar 42,47% jika di bandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 yang sebesar Rp 399,45 triliun. Sebagian besar dari nilai ekspor tersebut berasal dari kontribusi sektor perkebunan.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, Bapak Ali Jamil selaku Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, menjelaskan bahwa negara Indonesia memiliki Area perkebunan yang mencapai 27,5 juta hektar dengan sebesar 65% merupakan perkebunan rakyat.

Beliau menambahkan bahwa perkebunan rakyat ini sangat memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat menghadapi berbagai tantangan yang ada, baik dalam aspek produktivitas, skala usaha , kepemilikan lahan, sampai dengan permodalan, pembiayaan, ataupun inovasi teknologi.

Selanjutnya untuk skema anggaran dalam pembangunan perkebunan rakyat pun mulai dapat di arahkan agar tidak hanya bergantung dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pengarahan yang dimaksud ialah pada pemanfaatan KUR, CSR dan juga sumber pembiayaan lainnya.

Perkoppi berharap agar sektor perkebunan dapat terus berkembang dengan pesat dan Perkoppi berharap di tahun 2022 mendatang perekonomian Indonesia dapat terus pulih.

Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim