UPAYA PEMERINTAH DALAM MEMBANTU PEREKONOMIAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI


JAKARTA, TaxCenter – Pemerintah Indonesia terus menerapkan berbagai macam kebijakan untuk dapat terus memberi bantuan kepada seluruh masyarakat yang terkena dampak akibat Pandemi Covid-19.

Selanjutnya pemerintah Indonesia akan melakukan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sebesar Rp 600.000 kepada masing masing nelayan, kebijakan pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung, dan juga Nelayan (BT-PKLWN).

Bapak Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut akan diberikan kepada 1,76 juta nelayan.

Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut juga merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun 2022.

Bapak Airlangga Hartanto menjelaskan bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut akan diterima oleh para penerima manfaat secara langsung yang benar benar berhak menerima bantuan.

Pemerintah Indonesia juga telah menugaskan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk dapat melakukan pendataan dan juga bantuan kepada masyarakat.

Kemudian dari 212 Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah dari pelaksanaan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung, dan juga Nelayan (BT-PKLWN).

Terdapat 106 Kabupaten/Kota yang disalurkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan sebanyak 106 Kabupaten/Kota yang disalurkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dengan dilakukannya pembedaan dalam proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut diharapkan tidak menimbulkan duplikasi dari penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Sebagai penjelasan bahwa Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung, dan juga Nelayan (BT-PKLWN) tahun 2022 diberikan kepada 212 Kabupaten dan Kota yang termasuk ke dalam Roadmap Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem sebesar 0% pada tahun 2024.

Selain memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada para nelayan, Pemerintah Indonesia juga akan menargetkan sebanyak 2,76 juta pedagang kaki lima dan juga warung untuk dapat menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Perkoppi berharap melalui kebijakan kebijakan dan bantuan dapat terus membantu perekonomian dari masyarakat yang tertekan pandemi Covid-19 dan Perkoppi berharap agar proses Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat terus berlangsung dan dapat segera tercapai.


Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim