UPAYA PEMERINTAH DALAM MENEKAN ANGKA DEFISIT ANGGARAN PADA TAHUN 2022


JAKARTA, TaxCenter – Di awal tahun 2022 ini Pemerintah telah mempersiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 untuk dapat mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Selain itu pemerintah Indonesia juga terus berupaya untuk dapat mengejar defisit anggaran pada tahun 2022 ini yang lebih rendah dari apa yang sudah tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 yang sebesar Rp 868 triliun atau sebesar 4,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Ibu Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan menjelaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk dapat menurunkan defisit anggaran secara signifikan pada tahun 2022 untuk dapat mengurangi kebutuhan pembiayaan pada tahun ini.

Kemudian Badan Kebijakan Fiskal (BKF) telah memperhitungkan bahwa defisit anggaran pada tahun 2022 dapat ditekan sampai dengan 4,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit anggaran pada tahun 2021 telah mencapai Rp 783,7 triliun atau sekitar 4,65% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit atas anggaran pada tahun lalu juga lebih rendah dari target yang telah ditetapkan pemerintah yaitu sebesar 5,75% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit atas anggaran pada tahun 2021 yang lebih rendah dari target yang telah ditetapkan tersebu terjadi karena tingginya angka penerimaan negara yang mencapai sebesar Rp 2.003,06 triliun atau sekitar 114,88% dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pada tahun 2021 seluruh pos dari penerimaan negara baik dari Pos perpajakan, pos bea dan cukai, sampai dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) telah melampai target yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

Walaupun demikian, untuk target dari pendapatan negara pada tahun ini di tetapkan lebih rendah jika dibandingkan angka realisasi pendapatan negara pada tahun 2021. Pada tahun 2022, pemerintah Indonesia telah melakukan penetapan target dari pendapatan negara yang mencapai Rp 1.846,1 triliun.

Ibu Sri Mulyani Indrawati juga menambahkan bahwa defisit anggaran yang pemerintah tekan juga dapat membantu pemerintah untuk dapat menstabilkan dari pasal obligasi dan juga menjadi kesiapan dalam menghadapi berbagai dinamika yang berpotensi berdampak terhadap sektor keuangan.

Perkoppi berharap agar defisit anggaran pada tahun 2022 dapat terus di tekan dan Perkoppi berharap pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2022 dapat terus meningkat.


Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim