UPAYA PEMERINTAH DALAM PROSES REFORMASI STRUKTUR EKONOMI DAN PERBAIKAN IKLIM USAHA INDONESIA
UPAYA PEMERINTAH DALAM PROSES REFORMASI STRUKTUR EKONOMI DAN PERBAIKAN IKLIM USAHA INDONESIA
JAKARTA, TaxCenter – Pemerintah Indonesia terus
berupaya untuk dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dengan mempersiapkan
berbagai macam kebijakan.
Bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia
memastikan bahwa proses dari reformasi struktur ekonomi dan juga perbaikan atas
iklim usaha akan terus dilakukan.
Menurut Bapak Joko Widodo, bahwa masa pandemi telah
menyediakan sebuah ruang bagi pemerintah Indonesia untuk dapat berbenah diri
dengan melakukan peletakan dasar dasar baru sehingga dapat meningkatkan
pertumbuhan yang lebih kuat dan juga berkelanjutan.
Dalam sambutan yang bapak Joko Widodo sampaikan dalam
acara World Economic Forum: State of the World Address, beliau menyampaikan “Kami telah memperbaiki ekosistem
investasi, mempermudah perizinan, memberikan kepastian hukum, dan memberikan
insentif khusus bagi sektor-sektor investasi prioritas”.
Selanjutnya selain dari bidang ekonomi, Pemerintah Indonesia juga akan
terus meningkatkan dari kualitas atas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui
berbagai macam program, seperti program Up-Skilling
dan Re-Skilling, pembentukan
politeknik yang dapat berkerjasama dengan industri, sampai dengan kerja sama
yang dilakukan dengan universitas dari luar negeri.
Kemudian Bapak Joko Widodo juga menambahkan bahwa kolaborasi yang terjadi
dengan pihak swasta juga akan terus diperkuat. Selanjutnya juga untuk kesempatan
atas investasi juga akan terus dibuka seluas-luasnya untuk keenam sektor
prioritas yaitu sektor Industri padat karya yang berorientasi ekspor, sektor energi terbarukan, sektor infrastruktur, sektor otomotif, sektor pariwisata, dan juga
sektor pertambahan.
Selanjutnya pemerintah Indonesia juga telah menetapkan sejumlah prioritas
atas pembangunan seperti peningkatan atas produksi pangan dengan melakukan
pengembangan Food Estate, penerapan konsep
pembangunan rendah karbon (Green Recovery)
dan juga melakukan transformasi ke ekonomi digital melalui perluasan pemetaan, dan juga peningkatan atas kualitas infrastruktur dan juga layanan
digital.
Sebelumnya juga Bapak Joko Widodo juga telah meluncurkan dokumen “Taksonomi
Hijau Indonesia” yang dilakukan sebagai upaya dalam mempercepat atas proses
pembiayaan dengan menggunakan prinsip berkelanjutan dalam sektor jasa keuangan.
Kemudian Bapak Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa Taksonomi Hijau disusun setelah Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) melakukan pengkajian atas 2 ribu lebih klasifikasi dan subsektor
ekonomi, dari pengkajian tersebut sebanyak 900 lebih klasifikasi dan subsektor
ekonomi juga telah dikonfirmasi kepada kementerian yang terkait.
Beliau juga menambahkan bahwa
menurutnya dokumen Taksonomi Hijau juga dapat dijadikan sebuah pedoman bagi
kementerian/lembaga dalam melakukan penyusunan kebijakan mengenai pemberian
insentif dan juga disinsentif kepada sektor perekonomian tertentu.
Perkoppi berharap perekonomian Indonesia dapat terus meningkat di tengah
pemulihan pandemi Covid-19 dan Perkoppi berharap lingkungan usaha di Indonesia
dapat terus bertransisi ke sektor yang lebih ramah lingkungan.