UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI TENGAH TEKANAN DARI SITUASI GLOBAL


JAKARTA, TaxCenter – Pemerintah Indonesia terus menerapkan berbagai macam kebijakan untuk dapat terus mendorong upaya pemerintah Indonesia dalam memulihkan dan juga meningkatkan perekonomian nasional di tengah pemulihan atas dampak pandemi Covid-19.

Pemerintah Indonesia juga telah menjelaskan bahwa situasi atas perekonomian nasional untuk saat ini sudah dalam kondisi yang baik, walaupun masih terdapat tekanan dari sisi eksternal.

Bapak Edy Priyono selaku Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden menjelaskan bahwa ke optimisme tersebut muncul berdasarkan sejumlah indikator perekonomian yang mengalami penguatan.

Salah satunya yaitu, sumber daya beli dari para masyarakat yang tercatat stabil jika dilihat dari kinerja sisi demand yang positif dan peningkatan atas kekuatan produksi.

Bapak Edy Priyono menjelaskan bahwa dari sisi demand, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencatatkan terjadi ekspansi selama 6 (enam) bulan berturut turut dengan posisi terakhir di level 111 atau di zona optimis (>100).

Beliau juga mengatakan bahwa kinerja demand yang positif ini juga di tunjukkan oleh indeks penjualan ritel yang mengalami pertumbuhan sebesar 8,6% yoy (Year On Year) pada bulan Maret 2022.

Menurut beliau bahwa pertumbuhan atas penjualan ritel yang cukup tinggi ini menjadi hal yang penting, mengingat bahwa penopang utama dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia ialah konsumsi rumah tangga.

Bapak Edy Priyono juga mengatakan untuk dari sisi kekuatan produksi, di lihat dari keyakinan para manajer bisnis dalam sektor manufaktur Indonesia yang masih berada dalam zona ekspansi level 51,3 pada bulan Maret 2022. Pencapaian tersebut juga konsisten mengalami ekspansi selama 7 (tujuh) bulan berturut turut.

Beliau juga menyampaikan beberapa rencana yang akan di selenggarakan oleh pemerintah Indonesia untuk dapat menjaga kestabilan perekonomian Indonesia.

Selanjutnya dari sisi, beliau menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah berhasil melakukan penanganan dan pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sedangkan dari sisi Eksternal, Indonesia juga di untungkan dengan komoditas unggulan ekspor yang dapat memberikan dukungan fiskal.

Walaupun demikian, pemerintah Indonesia juga tetap harus mewaspadai dampak lanjutan dari transmisi atas konflik, kenaikan dari harga komoditas, kondisi pandemi Covid-19, dan juga potensi penurunan dari pertumbuhan perekonomian global.

Untuk dapat menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan berbagai macam langkah antisipatif, di antaranya dengan melakukan diversifikasi tujuan ekspor ataupun sumber impor, mendorong penggunaan Local Currency Settlement System (LCS) dalam transaksi Ekspor & Impor dan juga mendorong efisiensi dan pemulihan industri pengolahan.

Perkoppi berharap melalui melalui kebijakan kebijakan yang di terapkan oleh pemerintah Indonesia dapat terus mendorong upaya pemerintah dalam memulihkan dan meningkatkan perekonomian nasional.


Kirim Pertanyaan

Pertanyaan terkirim