UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENURUNKAN ANGKA DEFISIT ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN 2023
UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENURUNKAN ANGKA DEFISIT ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN 2023
JAKARTA, TaxCenter – Pemerintah Indonesia terus
menerapkan berbagai macam kebijakan kebijakan untuk dapat terus mendorong
peningkatan atas perekonomian nasional.
Pemerintah Indonesia menjelaskan bahwa pemerintah akan
melakukan penyusunan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun
2023 dengan defisit dari anggaran di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto
(PDB).
Bapak Suahasil Nazara selaku Wakil Menteri Keuangan
menjelaskan bahwa penurunan atas defisit sebesar 3% tersebut sejalan dengan
amanat dari Undang Undang (UU) 2/2020.
Selain itu penyehatan kembali atas Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) juga penting bagi kredibilitas perekonomian makro
Indonesia di mata dunia.
Kemudian pemerintah Indonesia juga merancang atas
defisit dari anggaran pada besaran Rp 562,6 – 596,7 triliun atau sebesar 2,81%
sampai 2,95% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka tersebut berasal dari Rencana Pendapatan Negara
tahun 2023 yang sebesar Rp 2.255,5
sampai dengan 2.382,6 triliun dan untuk belanja negara yang sebesar Rp
2.818,1 sampai dengan 2.979,3 triliun.
Selanjutnya menurut bapak Suahasil Nazara bahwa
pemerintah akan selalu berkomitmen untuk melakukan peningkatan atas Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023, dan di saat yang bersamaan juga tetap
mendukung pemulihan perekonomian dan Program Pembangunan Nasional.
Kemudian untuk rancangan dari defisit Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2023 tersebut juga telah
mempertimbangkan atas berbagai macam risiko yang akan terjadi pada tahun yang
akan datang, seperti kelanjutan atas
pandemi Covid-19 dan juga adanya ketengan geopolitik di dunia.
Bapak Suahasil Nazara juga menegaskan bahwa pemerintah
akan tetap menjalankan berbagai macam agenda strategis seperti melakukan
percepatan atas penurunan kemiskinan ekstrem, penurunan angka stunting, dan
juga peningkatan atas kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) melalui
transformasi di bidang kesehatan dan juga pendidikan.
Kemudian beliau juga berharap untuk tren dari
pemulihan perekonomian akan tetap berlanjut, walaupun pemerintah melakukan
pengurangan secara perlahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN).
Selanjutnya menurut beliau bahwa perekonomian
Indonesia akan dapat mengalami pertumbuhan yang positif jika konsumsi dari
masyarakat dan investasi dapat di optimalkan. Pemerintah Indonesia juga
melakukan penargetan atas perekonomian pada tahun 2023 dapat tumbuh sebesar
5,3% sampai dengan 5,9%.
Perkoppi berharap melalui kebijakan kebijakan yang
telah di terapkan oleh pemerintah Indonesia dapat terus mendorong angka
pemulihan dan juga peningkatan atas perekonomian nasional.